3.22.2016

22 Maret 2016

Sepertinya hari ini hari yang paling menggemparkan dalam hidup saya.

Pertama : Kakak sepupu saya (literally dia kakak sepupu, tapi umurnya lebih kecil) meninggal dunia di usia yang cukup muda :( yang bikin saya sedih ialah dia anak tunggal pakde dan uwak saya :( i can't imagine how hurt they are. Dan saya sampai saat ini belum tau penyebabnya kenapa sampai dia meninggal.

Kedua : hari ini ada demo besar-besaran pengemudi angkutan umum, terutama taksi yang tidak setuju adanya aplikasi online. Dan berita yang ada, yang daritadi saya baca dari media sosial terutama path yang rame bgt kirim video, demonya berjalan anarkis bahkan menyerang dan memukuli orang lain. 

Hmm, hal yang kedua ini saya mau berkomentar sedikit.

1. Demo hari ini merupakan demo kedua Dan bukan kali pertama. Pada saat demo pertama, saya bertemu dengan para pendemo di kantor tempat saya bekerja sekarang. Dan si pendemo itu yang notabene pengemudi ini minta para transportasi berbasiskan online ini ditutup atau paling tidak tarif nya disamakan dengan pengemudi umum yang "merasa dirugikan" seperti taksi misalnya. Karena para taksi yang ada sekarang itu memliki izin berkendara dan membayar pajak malah harus menyetor kepihak perusahaan.

Di poin ini saya sedikit menilai bahwa : benar komentar dan permintaan para pengemudi ini benar adanya. Dan saya cukup merasa terenyuh. Kenapa? karena sebenarnya saya cukup sering menggunakan transportasi umum, seperti taksi, kopaja, metro mini dan busway. Dan saat ini saya sudah "beralih" ke transportasi berbasis online atau lebih dikenal transportasi aplikasi. Kenapa saya menggunakan aplikasi? karena lebih mudah dan menghemat waktu. Tanpa harus men-stop dijalan raya, cukup pegang hape dan mencet-mencet tombol, voila done! Transport yang saya butuhkan datang.

Tapi, bukan berarti saya melupakan transportasi umum lain seperti 3 kendaraan yang saya sebutkan diatas. Tidak, saya tidak melupakan. Bahkan banyak banget kenangan manis yang terjadi ketika saya naik kendaraan-kendaraan itu. Apalagi saya orangnya kepo dasyat, saya pasti mengobrol dengan pengemudi atau kernetnya.

kedua, dilihat dari sisi harga, transportasi online cenderung lebih murah. Jangan tanya sama saya kenapa transportasi online ini lebih murah, dan hitung-hitungannya gimana karena cukup pihak perusahaan aja yang tau dan saya sedikit gak mau tau. Sedangkan, transportasi umum seperti taksi misalnya, sorry i would like to say mereka memang lebih mahal, bahkan ada yang argonya cepat banget dan sebagai customer saya merasa miris melihat isi dompet saya ketika habis membayar (Karena says terbiasa memberikan uang tips kepada driver #gakmaksudnyombong). 

ketiga, fisik kendaraannya. Ini yang penting. Customer butuh yang nyaman kan. Nah kondisi fisik kendaraan umum yang ada sekarang menurut saya kurang layak, apalagi kopaja, metromini even busway sekarang kondisinya "mengenaskan", Taksi pun begitu adanya, ada yang masih bagus kondisinya, ada juga yang tidak terlalu bagus. Sedangkan transportasi online ini memiliki kondisi bagus dan bahkan muatannya banyak, dan itu mempengaruhi poin yang nomer kedua.

keempat, service. Sebenernya baik pengemudi online atau umum biasa sama aja kok servisnya, Karena saya pernah naik juga transportasi online yang drivernya kurang ramah. Kecuali Kopaja dan Metro Mini yang pasti kita nilainya "kasar" karena rendahnya pendidikan si pengemudi atau kernet. Tapi, itu tergantung dari diri kita sendiri sebagai customer gimana caranya berkomunikasi dengan mereka. 
 
Saya setuju kok dengan keinginan pengemudi transportasi umum yang meminta tarif transportasi online disamakan atau bahkan kemungkinan terburuknya itu adalah transportasi online ditutup. Tapi, kenapa harus pengemudinya yang demo? kenapa perusahaan tempat bernaungnya pengemudi tidak ikut turut serta dalam demo? karena menurut saya sebagai orang awam, itu bukan kapasitas pengemudi untuk berbicara mengenai hal diluar kemampuan mereka, sebaiknya pengusaha-pengusaha transportasi itu baik yg konvensional atau yang online didudukkan bersama-sama dengan pemerintah yang menangani masalah ini untuk mencari best solve way atas permasalahan yang ada sehingga tidak terjadi kejadian anarkis seperti yang saya tonton di berita dan media sosial. 

Semoga tidak terjadi apa apa lagi di hari ini, karena cukup melelahkan juga hari ini.
Have good day!

xoxo
ajeng

3.13.2016

Review : The Kitchen by Pizza Hut

Last weekend, i and kunto went to Pondok Indah Mall 2 for watching a movie. It's been loooooong time we have not saturdate, because some reason that we can't tell a.k.a too privacy (halah).

Kita berangkat dari rumah saya jam 1/2 4, it's too early for saturdate. Jangan sediiiih, macet banget booo dijalan. Dan kita sukses nyampe PIM jam 1/2 6 sore. 2 jam dijalan dari Tebet ke PIM. Huft.
Sampai disana kita langsung ke XXI, dan kita sempat galau mau nonton antara Kungfu Panda 3 or London Has Fallen. Dan akhirnya kita berdua milih London Has Fallen, karena kita janji mau nonton Kungfu Panda sama adek sepupu, which is yang namanya janji ya harus ditepatin lah ya.

Udah beli tiket, akhirnya kita mutusin buat makan karena entah kenapa kita ngerasa laper berat. Oiya, pagi harinya kita berdua ke acara ulang tahunnya Adhi Karya ke-56. Kebetulan Kunto diundang buat dateng ke acara itu karena Adhi Karya client dia dan beberapa minggu terakhir ini Kunto "menghuni" Adhi Karya. Dan diacara itu kami makan yang lumayan "enteng" di perut alias junk food. Jadinya pas sampe PIM kita berdua laper banget. 

Kunto ngidam banget makan pizza, dan akhirnya kami mutusin untuk makan Pizza Hut di lantai 3 near XXI. Surprisingly, Pizza Hut disana has new concept, and totally different with Pizza Hut others. Kalau di Pizza Hut yang biasa kan kita disuruh duduk, terus mba-mbanya nyamperin dengan gaya tangan yang khas plus pakai kreasi balon di kepala, nah kalau di Pizza Hut PIM 2 ini lo ak bakal nemu waiter/waitress yang model begitu. Disini sistemnya ambil makanan/minuman, terus bayar.

Pizza yang disuguhin pun beda, kalau yang Pizza Hut ada beberapa jenis disini ukuran pizza nya gede. Dan gue cuma mesen 1 pizza aja, karena gue gak yakin bakal abis kalau gue mesen lebih dari 1. Kunto pesen 3 dan beda jenisnya. Nanti ada potonya kok dibawah cerita ini :p

Udah pesen Pizza, gue mutusin beli Tortilla Chips plus Salsa Sauce dan Kunto mesen bruchetta Beef (Sorry kalo nulisnya salah maklum bukan orang Italy), dan diakhri dengan mesen Air Mineral dingin. Gue agak amazd dengan konsep Pizza Hut di PIM 2 ini karena kita gak bisa expect seberapa besar porsinya mereka. Contohnya, gue mesen Tortilla Chips with Salsa Sauce itu kalo diliat ukurannya kecil dan dikit karena dia pakai Pot gitu. Tapi pas dimakan gue ngerasa gak abis-abis.

Better sharing with your friends rather be eat alone

He's really cannot wait to ate the pizza :')

Front of The Kitchen

Wallpaper of The Kitchen

So here's my review about The Kitchen by Pizza Hut overall :

1. Pizza : Disini Pizzanya tipis dan besar, so kalo yang gampang kenyang better itu pizza satu berdua.
2. Bruschetta : porsinya lumayan besar, bisa dipotong 2 juga :)
3. Tortilla Chips with Salsa Sauce : Endes bgt salsa saucenya, nagih!
4. Harga : menurut gue luamayan mahal dibanding Pizza Hut yang lain.
5. Rasa : Gak beda dengan yang lain.
6. Porsi : mending rame-rame dibanding sendiri atau berdua.
7. Tempat. Cozy, but non smoking area. 
8. Service : Entah kenapa pelayanannya kurang ramah menurut gue.

I give score 7/10 for this restaurant :D

So Here's the review. Semoga membantu kalian yang suka banget makan pizza :)

adios :*


3.11.2016

Talking Behind You

Finally saya ngerombak sedikit tampilang blog saya. Gak terlalu banyak yang dirombak, tapi yang pasti saya cukup puas dengan hasil kerjaan saya sendiri walupun saya harus menghapus cerita-cerita lama saya yang menurut saya ada kesan memori di dalamnya, it doesn't mean i don't wan to keep some memory behind, it just because i would to having some refreshment in my own life.

Nah, kali ini saya mau bahas tentang orang yang suka ngomongin orang. Atau bahasa kerennya "haters". But, i called them "fans". Hahaha




Jaman sekarang gak heran lah ya kalau orang pada kepo. Sebenernya kepo udah ada dari dulu sih, tapi bahasa kepo itu baru muncul bisa dibilang tahun 2010an keatas. CMIIW ya guys :)

Ok gue gak akan bahas masalah kepo, tapi gue mau bahas tentang orang yang ngomongin orang dibelakang diri kita. Gue pribadi terganggu banget dengan orang seperti itu. Kenapa? karena gue lebih suka ngomong langsung daripada ngomong dibelakang. I think semua orang juga lebih suka kayak gitu kan ya. 

Dan gue akan berbagi tips ala gue kalau gue tau ada orang yang ngomongin gue :

1. Gue bakal bodo amat
2. Gue akan tetap baik sama orang itu walaupun gue tau gue tau dia ngomongin gue.
3. Gue intropeksi diri, mungkin gue ada salah sampai itu orang bisa ngomongin gue dibelakang.
4. Kalau udah kelewatan, gue bakal ngajak ngobrol orang yang ngomongin gue.
5. Perbanyak istighfar. Jaman sekarang hal ini wajib banget dilakuin.
6. Gue mencoba menerapkan semua poin diatas kalau itu terjadi sama gue.

Karena kalau ada yang ngomongin lo dibelakang lo, itu tandanya lo ngumpulin pahala lo buat menuju surga, lo berbuat baik aja salah apalagi berbuat gak baik - Teman saya

Selamat sore. Selamat Jumat. Hati-hati dijalan ya :)

Love,

Ajeng

Ps: artikel ini dibuat atas keinginan sendiri tanpa maksud menyindir atau melukai perasaan orang lain.




3.10.2016

Under Construction

Due i want make some project for myself, so i would like to say if this blog temporarily will be under constructioin. I'm really excited for the new project!
See you!
xx