7.25.2016

CyberBullying Yay Or Nay????

Udah lama banget aku gak nulis blog, tapi tiba-tiba kepikiran mau nulis lagi pas liat banyaknya topik tentang vlogger yang namanya Karin Novilda. Tapi, bukan berarti saya ngikutin orang-orang ya yang bahas tentang Karin ini. Saya hanya mencoba memberi pendapat tentang dia dalam perpektif berfikir saya.

So, saya tau tentang Karin Novilda dari anak magang di kantor saya ketika saya lihat Vlognya Arief Muhammad. Dia ngasih tau tentang si Karin ini dan dia bilang bahwa si Karin ini salah satu influencer bagi anak-anak zaman sekarang. Kepo dong saya, langsung deh saya buka channel Youtube si Karin ini.



First impression when i seen her on her youtube channel is Brave. Kenapa saya bilang berani? karena dia berani nunjukkin kalau dia itu perokok. Yaelah jeng banyak kali cewek ngerokok sekarang, Ok emang banyak banget perempuan yang ngerokok diluar sana, including me. Tapi saya tidak seberani itu menunjukkan bahwa saya merokok di media sosial yang tersebar luas dalam hitungan detik. It is such a stupid things. Mungkin saya kuno, tapi saya rasa banyak banget orang yang berpendapat sama seperti saya.

Kesan saya masih tetap sama terhadap Karin Novilda, yaitu berani. Dia berani banget mengumbar gaya berpacarannya dia di channel youtubenya. Selain Youtube, i never even see her Intagram, Snapchat or ask.fm, tapi Youtube pun dia nunjukkin hal yang bagi saya gak wajar buat umurnya dia. She's too young buat punya gaya hidup berpacaran yang bagi saya extreme, contoh : Dia kayak mukul kecil kemaluan pacarnya dan itu di shoot sama dia pas dia lg nge-vlog. Bebas sih dia mau ngapain aja di vlog dia, tapi ya gak segitunya juga. Karena banyak vlogger yang punya pacar dan gak se extreme itu juga.

Satu hal lagi, dia berani dalam berbusana. Dia gak pernah ragu nunjukkin kalau dia hanya memakai sport bra, terus nanti posting poto pake jilbab. Jadi sebenernya alur hidupnya dia kemana??

Saya shock ketika saya baca di beberapa media online kalau ternyata dia peraih UN terbaik se Pekanbaru. Dan lihat kondisinya yang sekarang saya langsung mikir ada kecenderungan Shock culture, then she choose her personal branding to be someone has bravery, wild, and sexy (might be). Sekali lagi menurut saya terserah dia mau berbuat apa, dia mau ngapain, mau ngepost apa, tapi sebaiknya dia agak mikir kedepan apa yang dia udah lakuin apalagi menjadi viral. Ditambah video patah hati dia karena putus dari pacarnya membuat semua pengakuan dia di dalam video itu di bully oleh banyak orang.



Cyberbullying will not happen if you posting some inspiring moments, things, or your positive attitude. Ironisnya saya pernah membaca blog orang, dan didalam blog itu tertulis kalau ada satu orang pelajar yang gak pernah belajar karena dia yakin dia bisa kayak Karin Novilda yang gak pernah belajar tapi pintar. Helooooo, Habibie aja masih belajar sebegimanapun pinternya dia.

So hopefully dengan banyaknya post, news, blog yang bahas tentang Karin Novilda, dan kebetulan Karin nya baca, please jangan salah artikan maksud post-post itu, dan jangan salah artikan maksud blog gue juga yang bahas lo. You have to see other perspective, it means we care about you so we written something about you for your next life. Walaupun terserah Karin Novildanya juga sih mau ngapain juga. Tapi seharusnya dia intropeksi ya bukan malah mencoba bunuh diri kayak yang dia bilang di vlog.

Masa muda emang sih jangan di sia-sia in tapi jangan juga dijadikan acuan untuk berbuat semau dan sebebas yang dipikirin. Kalo gue di posisi Karin, gue mungkin takut banget kalo orangtua gue lihat tentang diri gue di sosial media. Tapi ya itu semua balik lagi ke pribadi masing-masing sih ya.

Cheers. 


No comments:

Post a Comment