8.12.2016

Friendship

Untuk judul yang satu ini, saya seringkali berkaca kepada diri saya sendiri. Berkaca dalam hal apa nih jeng? Berkaca dalam semua hal.

Bahkan kadang saya gak begitu paham dengan yang namanya persahabatan. Jenisnya kayak apa, konkritnya bagaimana, ah too confused to think.

Kalau ditanya jumlah teman, mungkin saya akan bilang banyak, tapi kalau ditanya jumlah sahabat, might be I will counting to make sure.

Kalau kata orang kan seorang sahabat itu yang selalu nemenin dalam suka dan duka. Mungkin ada benarnya, mungkin juga agak salah.

Kalau saya bilang sahabat itu orang yang bisa diajak ketemu tiap waktu. Kenapa begitu? Karena kalau emang benar ngerasa sahabat, pasti kalau diajak ketemu (mungkin) gak selalu bisa, tapi selalu mengusahakan agar ketemu.

To be honest, saya paling kesel kalau ada yang bilang ngajak ketemu saya susah, atau saya sibuk. Come on, gimana kalian tau saya sibuk atau gak sebelum mereka tanya sama saya?
Saya selalu appreciate dan respect sama orang yang bertanya untuk ketemuan sebentar, dan atau saya juga selalu mengajak ketemu kok.

Tapi mungkin orang berbeda persepsinya.

Semoga definisi saya tentang sahabat berbeda dengan kalian ya.

Selamat malam.

Ajeng

8.10.2016

Weird

manusia sering banget melupakan manusia yang lain. Sering banget melihat hal seperti itu.

Pengen balik ke masa menghargai sesama. Di lingkungan yang berbeda. Karena yang berbeda lebih menghargai perbedaan daripada harus berada di lingkungan yang sama tapi rasa saling menghargai itu tidak ada, bahkan hilang. Sangat tidak nyaman berada di situasi seperti itu. Saya rindu.