10.04.2016

Sekedar Cerita - Persiapan Nikah Part 1


Sebenarnya mau cerita hal ini udah lama banget, tapi entah kenapa agak bingung ceritanya hahaha #ups.

Ok jadi sekarang gue nyempetin untuk cerita dikit sekedar persiapan nikah gue dan kunto. Awalnya rencana nikah itu udah ada dari tahun ke 2 kita pacaran, bahkan waktu itu kita udah beli beberapa barang untuk serah-serahan. Tapi, ada banyak hal tak terduga yang akhirnya bikin kita undur rencana nikah.

Seperti yang gue pernah bahas di blog ini, nikah itu bukan cm sekedar cinta dan akhirnya mutusin untuk nikah. Bagi gue pribadi gak se simple itu, gue harus yakinin diri gue banget kalau gue siap untuk nikah. Untuk sepantaran temen-temen gue, mungkin gue agak lama dibanding yang lain, disaat gue sekarang baru rencanain nikah, temen gue udah ada yang punya anak. 

Then, finally we talked each other and throwback to our goals after Kunto's family came to my house when eid mubarak on 2015. Kita mulai bikin konsep. Mulai dari konsep indoor yang formal kayak biasa or we want to change the Kondangan system.

Konsep awal itu gue sama kunto pengen banget model kayak karnaval di taman kota, catering dan makanan lainnya kita booking dari tukang jualan yang biasa kita datengin di sekitar rumah gue, cuma mengingat taman kota yang deket rumah gue itu makan lahan parkir dan dikelilingi rumah orang, jadi kita urungkan niat itu dan setelah kita berdua pikir the big risk is hujan, dan cost lg bayar pawang hujan yang sebenernya guna gak guna.

Konsep kedua kita waktu itu restoran. Karena Kunto maunya intimate wedding, tapi mengingat jumlah keluarga, sahabat, dan rekan kerja kita berdua yang lumayan banyak, jadi kita urungin konsep ini, dan setelah survey beberapa restoran, ternyata harganya itu lebih melonjak dibanding kita bikin party di gedung. 

So, akhirnya kita milih indoor dan mulai cari gedung yang gak jauh dari rumah gue, tapi gak juga jauh dari rumah dia, dan yang harganya terjangkau. Karena kita berdua sering banget ke kondangan, dan mostly gedung di Jakarta udah pernah kita datengin, jadi kita inget-inget dulu, dan bagi kita berdua parkiran merupakan faktor terpenting buat tamu, karena kita mau tamu kita nyaman dimulai dari parkiran, parkiran itu bikin rubah mood banget loh buat tamu, karena itu yang sering gue alamin sama kunto kalo kita ke kondangan dan gedungnya atau si tempat outdoornya itu gak punya lahan parkir yang cukup mumpuni atau bahkan ribetin kita sebagai tamu.

Pilihan kita waktu itu ada Balai Makarti Muktitama, Gedung Krida Bhakti, Pendopo Kemang, Here's the review :

1. Balai Makarti Muktitama

Lokasi gedung ini di sebrang Apartemen Kalibata City. Konsep gedung ini Jawa banget karena dari luar gedung ini bentuknya kayak padepokan gitu. Untuk parkiran, gedung ini punya parkiran yang besar dan luas. Kami tau gedung ini karena beberapa kali temen kami resepsinya disini. Dan setelah ditanya ke temen-temen kami, untuk sewa gedung ini termasuk murah. Untuk harga tahun 2015, dikenakan biaya Rp. 5.000.000,- tapi tidak termasuk sewa yang lain seperti listrik, sound dll. Dimulai dari gerbang, Kunto suka banget gedung ini karena gak bingung nyari parkir kalau menurut dia. Masuk kedalem gedung, aksen Jawanya kental sekali dengan model lampu dan warna gedung nya dan pas banget sama tema yang kami mau. 

Habis tanya-tanya sama orang gedungnya, kita berdua liat vendor-vendor catering yang rekanan dengan gedung ini. Terus kami tanya tanggal yang available buat tahun 2016, gue asal ngomong untuk bulan November, dan ternyata masih kosong. Begini kurang lebih penampakan gedungnya.

 poto ambil dari google :p

2. Gedung Krida Bhakti

Setelah cek Balai Makarti Muktitama, kita berdua ke Gedung Krida Bhakti. Lokasi gedung ini jauh dari rumah kita berdua, tapi, karena ini gedung dikelola sama kantor gue, jadi gak ada salahnya gue ngajak Kunto kesini karena dia memang belum pernah kesini untuk lihat gedungnya, dan pas banget ke gedung ini ada resepsi pernikahan dan gue udah janjian sama pihak catering pula yang gue ambil brosurnya pas di Balai Makarti Muktitama. 

Kalo menurut gue, gedung ini bagus dan terang, karena warna gedung ini emang terang gak kayak Balai Makarti yang memang gelap darisananya. Tapi, karena menikah itu bukan hanya kemauan gue seorang, gue tanya sama Kunto gimana menurut dia. Dan ternyata dia kurang suka gedungnya, karena lahan parkir yang tidak begitu besar bahkan tamu kudu ribet markir ke gedung sebelah yang notabene gedung LAN (Lembaga Administrasi Negara), dan yang kedua struktur tangga yang disana. 

Kunto : Ini tangganya gak enak sayang, coba deh kamu pikir kalo kamu pake jarik (kain batik jawa) dan heels terus pintu masuk dari tangga sini atau tangga yang satu lagi, dan anak tangga nya banyak, kamu pake rok aja jalannya ribet kalo naek tangga terus pake heels, apalagi kamu pake jarik, belum lagi ibu-ibu atau nenek-nenek yang dateng terus tangganya model kayak gitu, aku gak mau nyusahin tamu nantinya, gak user friendly bgt.

He really knows me well, i agreed every words he said. So, kita coret gedung ini walaupun harga gedung ini lumayan friendly dikantong kami karena ada harga khusus bagi gue sebagai pegawai di Kementerian Sekretariat Negara. 

kurang lebih begitu ruangannya



And finally we choosed Balai Makarti Muktitama for our wedding venue. I want to share a lot things about my wedding preparation in next post.

Thanks for read!

ajeng